Selamat Datang di Situs Resmi KBRI Astana, Kazakhstan | Program Beasiswa KNB | Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia 2015

Pernikahan dengan warga negara Kazakhstan
Berikut ini adalah panduan bagi warga negara Indonesia yang ingin menikah dengan warga negara Kazakhstan. Informasi ini menggambarkan proses pernikahan di Kazakhstan dan dokumen-dokumen yang diperlukan. Perlu diketahui bahwa prosedur dapat berubah tanpa pemberitahuan. Informasi ini dimaksudkan sebagai panduan umum, bukan sumber definitif. Silahkan hubungi Bagian Konsuler Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk informasi lebih lanjut.

Prosedur Pernikahan di Kazakhstan

Jika Anda ingin menikahi seorang warga negara Kazakhstan, Anda dapat memilih menikahinya di Indonesia ataupun di Kazakhstan. Jika Anda memutuskan untuk menikah di Kazakhstan, Anda harus memenuhi persyaratan dari UU Kewarganegaraan dan Pasal 7 dari UU Perkawinan dan Keluarga Republik Kazakhstan.

Anda dan tunangan Anda harus mengajukan permohonan izin pernikahan di Kantor Catatan Sipil (ZAGS). Selama wawancara, Anda dan tunangan Anda harus membuktikan bahwa Anda berada dalam kondisi sehat dan menyajikan dokumen yang tercantum di bawah ini. Setelah Anda menerima izin pernikahan, Anda dapat meminta tanggal pernikahan baik dari Kantor ZAGS di mana tunangan Anda tinggal atau dari Central Wedding Palace "Zhas Otau" di Almaty.

Dokumen yang diperlukan oleh ZAGS untuk penerbitan surat izin pernikahan:

  1. Paspor Indonesia dengan visa Kazakhstan atau kartu penduduk tetap Kazakhstan
  2. Keterangan tertulis yang menyatakan bahwa tidak ada pihak yang saat ini menikah dan, apabila ada, akta cerai asli dari pernikahan sebelumnya yang dilegalisir dengan Apostil oleh Sekretaris Negara Republik Kazakhstan
  3. Paspor terjemahan Rusia yang disahkan oleh notaris, surat keterangan dan sertifikat perceraian.

Pada hari pernikahan, pengantin harus hadir di ZAGS dengan dua saksi untuk menandatangani pendaftaran perkawinan. Pada akhir upacara, pengantin akan mendapatkan sertifikat pernikahan.

Prosedur Pernikahan di Indonesia

Jika Anda memilih untuk menikah di Indonesia Anda harus melengkapi dokumen tunangan Anda untuk masuk ke Indonesia.

Pernikahan di Indonesia membutuhkan upacara keagamaan. Hukum Indonesia mengatur bahwa kedua belah pihak harus dari agama yang sama dan pernikahan harus sesuai dengan hukum negara-negara setiap pihak yang terlibat. Agama-agama yang diakui di Indonesia, antara lain: Islam, Hindu, Budha, Kristen (Katolik / Protestan), dan Kong Hu Cu tergantung pada jenis upacara pernikahan agama, terdapat persyaratan yang berbeda untuk menikah di Indonesia yang sah secara hukum.

Jika tunangan Anda adalah Muslim, upacara harus diadakan di Kantor Urusan Agama (KUA). KUA akan mengeluarkan Buku Nikah, yang merupakan bukti pernikahan yang sah. Upacara pernikahan Muslim tidak perlu Catatan Sipil.

Upacara keagamaan lainnya membutuhkan Catatan Sipil. Jika Anda adalah seorang Kristen, Buddha, Hindu atau Kong Hu Cu Anda harus mengadakan upacara keagamaan terlebih dahulu, kemudian mendaftarkan pernikahan ke Kantor Catatan Sipil (Dinas kependudukan). Catatan Sipil akan menerbitkan Surat Nikah (Akte Perkawinan atau Surat Nikah), yang merupakan bukti pernikahan yang sah.

Pemerintah Indonesia mengharuskan semua non-warga negara Indonesia untuk mendapatkan Sertifikat Bebas Halangan untuk Menikah dari Kedutaan Besar mereka yang diakreditasi ke Indonesia sebelum menikah di Indonesia.


<< Kembali | Cetak